Minggu, 22 Juni 2014

DISMINORE (Nyeri Haid)

PENGERTIAN NYERI HAID (DISMENORE)

     Nyeri haid atau dismenore adalah nyeri yang menyerang/terjadi di perut menjelang atau selama haid. Dalam keadaan yang normal, nyeri haid hanya membuat wanita merasa sakit dan tidak nyaman. Tetapi dalam keadaan yang parah, nyeri haid ini bisa membuat wanita tidak dapat bekerja dan harus beristirahat, nyeri sering bersamaan dengan rasa mual, sakit kepala, perasaan mau pingsan dan lekas marah. Ada 2 jenis nyeri haid atau dismenore ini yaitu nyeri haid (dismenore) primer dan nyeri haid (dismenore) sekunder.

     Nyeri haid primer adalah nyeri menstruasi yang terjadi tanpa adanya kelainan ginekologik yang nyata. Nyeri haid primer terjadi beberapa waktu setelah menarke, biasanya sesudah menarke, umumnya sesudah 12 bulan atau lebih. Nyeri haid sekunder dikaitkan dengan penyakit pelvis organik, seperti endometriosis, penyakit radang pelvis, stenosis serviks, neoplasma ovarium atau uterus dan polip uterus. IUD juga dapat merupakan penyebab nyeri haid ini. Nyeri haid sekunder dapat disalahartikan sebagai nyeri haid primer atau dapat rancu dengan komplikasi kehamilan dini, terapi harus ditunjukkan untuk mengobati penyakit dasar.


ETIOLOGI ATAU PENYEBAB NYERI HAID (DISMENORE) 
     Penyebab pasti nyeri haid primer belum diketahui secara pasti. Diduga factor psikis sangat berperan terhadap timbulnya nyeri. Nyeri haid primer umumnya dijumpai pada wanita dengan siklus haid berovulasi.
Penyebab tersering nyeri haid sekunder adalah endometriosis (radang pada endometrium/rahim) dan infeksi kronik genitalia interna

TANDA DAN GEJALA NYERI HAID (DISMENORE)

1. Pada nyeri haid primer, tanda dan gejalanya adalah :
    Terjadi pada usia yang masih relative muda
    Timbul setelah terjadinya siklus haid yang teratur
    Sering pada nulipara
    Nyeri sering terasa sebagai kejang uterus dan spastik
    Nyeri timbul mendahului haid dan meningkat pada hari pertama atau kedua haid
    Tidak dijumpai keadaan patologi pelvik
    Hanya terjadi pada siklus haid yang ovulatorik
    Sering memberikan respon terhadap pengobatan medokamentosa
    Pemeriksaan pelvik normal
    Sering disertai nausea, muntah, diare, kelelahan dan nyeri kepala

2. Pada nyeri haid sekunder, tanda dan gejalanya adalah :
    Terjadi pada usia yang relative sudah tua
    Cenderung timbul setelah 2 tahun siklus haid teratur
    Tidak berhubungan antara siklus dengan paritas
    Nyeri sering terasa terus menerus
    Nyeri dimulai saat haid dan meningkat bersamaan dengan keluarnya darah
    Berhubungan dengan kelainan pelvik
    Tidak berhubungan dengan adanya ovulasi
    Seringkali memerlukan tindakan operatif
    Terdapat kelainan pelvic

PATOFISIOLOGI/JALAN PENYAKIT NYERI HAID (DISMENORE)

     Dismenore (nyeri haid) pertama biasanya dihubungkan dengan naiknya kadar kimia alami di dalam tubuh saat ovulasi, yang menyebabkan rasa sakit. Dismenore (nyeri haid) kedua merupakan tanda suatu kelainan mendasar. Dismenore kedua ini mempengaruhi wanita yang belum pernah menstruasi sebelumnya. Kelainan reproduksi, endometriosis, atau fibroids dapat menimbulkan menstruasi dengan rasa sakit, dan satu-satunya cara untuk mengetahui penyebabnya secara pasti adalah dengan memeriksakannya ke dokter. Gejala nyeri haid termasuk rasa sakit pada punggung bagian bawah atau kaki, kram perut, atau sakit pada tulang panggul. Kelainan menstruasi ini dapat menunjukkan ketidaksuburan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar