PENGERTIAN NYERI HAID (DISMENORE)
Nyeri haid atau dismenore adalah nyeri yang menyerang/terjadi di perut
menjelang atau selama haid. Dalam keadaan yang normal, nyeri haid hanya
membuat wanita merasa sakit dan tidak nyaman. Tetapi dalam keadaan yang
parah, nyeri haid ini bisa membuat wanita tidak dapat bekerja dan harus
beristirahat, nyeri sering bersamaan dengan rasa mual, sakit kepala,
perasaan mau pingsan dan lekas marah. Ada 2 jenis nyeri haid atau
dismenore ini yaitu nyeri haid (dismenore) primer dan nyeri haid
(dismenore) sekunder.
Nyeri haid primer adalah nyeri menstruasi
yang terjadi tanpa adanya kelainan ginekologik yang nyata. Nyeri haid
primer terjadi beberapa waktu setelah menarke, biasanya sesudah menarke,
umumnya sesudah 12 bulan atau lebih. Nyeri haid sekunder dikaitkan
dengan penyakit pelvis organik, seperti endometriosis, penyakit radang
pelvis, stenosis serviks, neoplasma ovarium atau uterus dan polip
uterus. IUD juga dapat merupakan penyebab nyeri haid ini. Nyeri haid
sekunder dapat disalahartikan sebagai nyeri haid primer atau dapat rancu
dengan komplikasi kehamilan dini, terapi harus ditunjukkan untuk
mengobati penyakit dasar.
Penyebab pasti nyeri haid primer belum diketahui secara pasti. Diduga factor psikis sangat berperan terhadap timbulnya nyeri. Nyeri haid primer umumnya dijumpai pada wanita dengan siklus haid berovulasi.
Penyebab tersering nyeri haid sekunder adalah endometriosis (radang pada endometrium/rahim) dan infeksi kronik genitalia interna
TANDA DAN GEJALA NYERI HAID (DISMENORE)
1. Pada nyeri haid primer, tanda dan gejalanya adalah :
Terjadi pada usia yang masih relative muda
Timbul setelah terjadinya siklus haid yang teratur
Sering pada nulipara
Nyeri sering terasa sebagai kejang uterus dan spastik
Nyeri timbul mendahului haid dan meningkat pada hari pertama atau kedua haid
Tidak dijumpai keadaan patologi pelvik
Hanya terjadi pada siklus haid yang ovulatorik
Sering memberikan respon terhadap pengobatan medokamentosa
Pemeriksaan pelvik normal
Sering disertai nausea, muntah, diare, kelelahan dan nyeri kepala
2. Pada nyeri haid sekunder, tanda dan gejalanya adalah :
Terjadi pada usia yang relative sudah tua
Cenderung timbul setelah 2 tahun siklus haid teratur
Tidak berhubungan antara siklus dengan paritas
Nyeri sering terasa terus menerus
Nyeri dimulai saat haid dan meningkat bersamaan dengan keluarnya darah
Berhubungan dengan kelainan pelvik
Tidak berhubungan dengan adanya ovulasi
Seringkali memerlukan tindakan operatif
Terdapat kelainan pelvic
PATOFISIOLOGI/JALAN PENYAKIT NYERI HAID (DISMENORE)
Dismenore (nyeri haid) pertama biasanya dihubungkan dengan naiknya
kadar kimia alami di dalam tubuh saat ovulasi, yang menyebabkan rasa
sakit. Dismenore (nyeri haid) kedua merupakan tanda suatu kelainan
mendasar. Dismenore kedua ini mempengaruhi wanita yang belum pernah
menstruasi sebelumnya. Kelainan reproduksi, endometriosis, atau fibroids
dapat menimbulkan menstruasi dengan rasa sakit, dan satu-satunya cara
untuk mengetahui penyebabnya secara pasti adalah dengan memeriksakannya
ke dokter. Gejala nyeri haid termasuk rasa sakit pada punggung bagian
bawah atau kaki, kram perut, atau sakit pada tulang panggul. Kelainan
menstruasi ini dapat menunjukkan ketidaksuburan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar